Apakah rubik akan tergantikan dengan teknologi di waktu yang akan mendatang? Kalau kalian tahu manfaatnya, kalian pasti akan menyesal baru tau sekarang.
Rubik adalah suatu permainan teka-teki kombinasi 3D yang ditemukan pada tahun 1974 oleh pematung Hungaria dan profesor arsitektur bernama Erno Rubik. Awalnya disebut Magic Cube, teka-teki itu dilisensikan oleh Rubik untuk dijual oleh Ideal Toy Corp.
Pada tahun 1980, rubik memenangkan penghargaan khusus Game of the Year Jerman untuk permainan teka-teki terbaik. Pada Januari 2009, 350 juta kubus telah terjual di seluruh dunia, menjadikannya permainan puzzle kubus ini menjadi mainan terlaris di dunia.
Di Indonesia sendiri, rubik mulai terkenal setelah penyelenggaraan Indonesia Open 2009 (kompetisi resmi internasional pertama di Indonesia dibawah naungan World Cube Association). Tidak lama setelah itu, rubik mulai populer dan sudah dijual di toko-toko buku besar, seperti Gramedia. Saya sendiri juga mengoleksi rubik sejak 2014, ya walaupun agak telat tapi tetap worth it untuk dibeli dan dimainkan.
Variasi Rubik juga macam-macam, ada yang 2 × 2 × 2 (Rubik mini), rubik 3 × 3 × 3 (standar), 4 × 4 × 4 (Revenge Rubik/Master Cube), dan 5 × 5 × 5 (Professor's Cube), 6 × 6 × 6 (V-Cube 6), dan 7 × 7 × 7 (V-Cube 7).
Terdapat beberapa perkembangan dalam ukuran dan bentuk geometris lainnya. Beberapa bentuk seperti tetrahedron/rubik segitiga (Pyraminx), rubik segi delapan (Skewb Diamond), rubik segi duabelas (Megaminx), rubik ular, rubik mirror, dan lain sebagainya.
Harga yang ditawarkan juga macam-macam, tergantung merek dan jenis rubiknya. Untuk rubik standar seperti 3 x 3 x 3 dimulai dengang harga 50 ribu, untuk kualitas yang standar. Ada juga rubik termahal seharga 35 miliar yang terbuat dari berlian mewah seperti emerald, amethyst, dan bahkan batu ruby menghiasi warna-warna rubik ini. Kalau saya sih males banget beli rubik semahal itu, karena nggak ada uangnya juga.
Di era sekarang, sedikit sekali orang yang masih memainkan permainan ini, apalagi game online lebih menarik daripada rubik. Bocil kaum mendang mending pun lebih memilih uang jajannya untuk top up diamond buat main FF, daripada beli rubik yang bikin tambah masalah karena nggak bisa nyelesain.
Teknologi robotik dan artificial intelligence pun sekarang sudah semakin canggih. Dalam hal Rubik’s Cube, puncaknya adalah ketika Rubik's Contraption, robot yang diciptakan oleh Ben Katz dan Jared Di Carlo menyelesaikan kubus warna-warni ini dalam 0,38 detik. Sejak saat itu, robot mulai menguasai dunia.
Jadi apakah rubik masih relevan untuk dimainkan di era sekarang? Menurut saya pribadi, rubik masih sangat relevan untuk dimainkan di era sekarang. Walaupun rubik tidak akan menjadi permainan wajib yang harus dimainkan setiap hari, setidaknya bisa jadi tempat peristirahatan mata dari layar laptop, HP, maupun alat elektronik lainnya.
Kenapa masih relevan? Well, selain yang saya sebutkan tadi, rubik mengajarkan kita untuk meningkatkan kemampuan analisis. Bermain rubik juga cara lain yang menyenangkan untuk mengakrabkan kita dengan berbagai prinsip penting dalam matematika dan bidang lainnya.
Salah satu di antara prinsip tersebut antara lain kemampuan menganalisis sesuatu atau masalah dari berbagai sudut pandang. Kita juga harus berpikir kritis serta bekerja secara sistematis dan terukur juga. Semua kemampuan tadi bisa terasah saat kita memutar dan membalik bidang warna untuk menyelesaikan rubik, bukan memutar balikkan fakta ya.
Selain itu, rubik bisa meningkatkan fokus dan konsentrasi kita juga. Kalian yang sudah pernah memainkan rubik pasti tau, butuh fokus dan konsentrasi penuh agar bisa menyelesaikan sebuah rubik. Semakin sering bermain rubik maka kita semakin terbiasa melakukan aktivitas yang sama dalam jangka waktu lama dan rentang fokusnya juga semakin panjang juga. Mungkin ini juga yang membuat saya betah hidup monoton selama setahun belakang, nggak ada rasa bosan sama sekali.
Bermain rubik juga bisa meningkatkan kesadaran spasial loh. Kemampuan untuk memahami dan menghubungkan suatu objek akan kalian dapatkan ketika kalian bermain rubik ini, baik objek lain maupun dengan diri sendiri. Kalau digambarkan secara sederhana, mirip dengan konsep di atas, di bawah, atau di belakang dan semacamnya.
Walau terkesan sepele, kemampuan membayangkan kondisi spasial dan memanipulasinya, seperti memutar bidang rubik seperti ke kiri, ke kanan atau ke atas supaya warnanya sejajar, sebenarnya itu proses kognitif yang cukup rumit untuk kita pelajari.
Kemampuan menguatkan untuk mengenal pola juga dapat kita ambil dari permainan rubik ini. Hal itu sangat penting untuk membantu kita dapat memahami rumus matematika dan konsep angka yang sulit. Mungkin bisa juga menolong kalian untuk memahami wanita yang super sulit dan banyak tanda tanya juga.
Jadi seperti itulah kenapa rubik masih relevan dimainkan di era sekarang. Apalagi sekarang jamannya trading yang butuh kemampuan analisis tinggi. Terjalnya grafik trading bikin kepala nyut nyutan juga kalau nggak ngerti analisisnya,
Ini berlaku juga untuk pekerja coding atau programmer. Kemampuan mencocokkan pola sangat dibutuhkan untuk meminimalisir kesalahan. Butuh fokus yang sangat tinggi juga dalam mengerjakan pekerjaannya.
Dalam memahami pasangan juga dibutuhkan kemampuan analisis dan kesabaran juga, biar doi kalian nggak ghosting tiba-tiba. Mungkin kalian juga bisa tau kenapa doi ghosting, dengan cara mencocokkan kejanggalan dan ketidaknyamanan yang sudah disebar doi.
Itulah beberapa manfaat yang bisa kita ambil dalam bermain rubik. Apakah kalian setuju dengan pemikiran saya? Apakah kalian juga tertarik untuk memainkan permainan yang bikin nambah masalah ini?
Komentar
Posting Komentar